Kamis, 06 Juni 2013

Cara berjilbab menurut syar'i


Biasanya remaja maupun wanita dewasa paling takut kalau disuruh memakai jilbab. Katanya tidak modern dan jadi tidak menarik penampilannya. Tapi, jangan takut dan ragu untuk memakai jilbab ya, selain untuk melaksanakan kewajiban, kini jilbab pun dapat dipakai dengan berbagai macam gaya yang trendi dan modis. Berbagai cara memakai jilbab kreasi yang dapat kita ketahui untuk menambah cantik penampilan. Apalagi sekarang banyak produsen jilbab yang menjual berbagai macam bentuk dan model jilbab yang bagus-bagus.
Memakai jilbab
Salah satu tuntunan dalam agama Islam bagi wanita muslim adalah memakai jilbab. Memakai jilbab merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi wanita muslim yang telah akil baligh. Menutup aurat seperti rambut hukumnya adalah wajib sesuai dengan perintah Allah SWT dalam QS. An Nuur ayat 31.
Jilbab dalam pandangan Islam adalah menutup aurat seperti rambut sampai menutup dadanya. Tapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh badan. Pada umumnya, masyarakat kita memahami jilbab sebagai penutup rambut dan dipakai bersama baju panjang yang menutup aurat.
Memilih Jilbab
Sebelum mengetahui cara memakai jilbab kreasi, yuk kita lihat beberapa tips dalam memilih jilbab. Tips ini antara lain:
1. Lihat model/bentuk jilbab
Banyaknya model atau bentuk jilbab yang ada terkadang membuat kita sendiri bingung dalam memilihnya. Tapi jangan lupa memilih model yang sesuai dengan kebutuhan kita dan bentuk wajah kita. Sekaligus menyesuaikan dengan cara memakai jilbab kreasi yang kita inginkan. Kalau memilih jilbab yang langsung pakai, biasanya lebih simpel dan ringkas, tapi perhatikan ukuran lubang untuk muka/wajah. Biasanya, ukuran semua jilbab standar tapi ada juga yang dibuat lebih kecil bahkan ada yang lebih besar.
2. Sesuaikan dengan tujuan pemakaian
Membeli dan memilih jilbab harus sesuai dengan tujuan pemakaian. Kalau hanya untuk di rumah, mungkin Anda akan lebih memilih jilbab berbahan kaos yang modelnya lebih sederhana. Selain itu cara memakai jilbab kreasi juga tidak terlalu ribet. Tapi untuk ke acara yang lebih resmi seperti ke kantor maupun acara pesta dan lainnya, cara memakai jilbab kreasinya lebih banyak dan dapat ditambah dengan aksesoris yang cantik.
3. Bahan kain yang dipakai
Nah, bahan kain yang enak digunakan untuk jilbab adalah yang berbahan dasar katun karena menyerap keringat serta tidak panas. Bahan kaos juga menjadi pilihan, atau bahan lain tapi lebih ringan dan dingin. Cara memakai jilbab kreasi ini adalah dengan memadukan bahan kain yang lebih tipis dengan bahan kain yang lebih tebal.
Cara memakai jilbab kreasi
Sebenarnya memakai jilbab itu tidak sulit, apalagi sekarang ini banyak pilihan jilbab yang bisa kita kenakan. Aneka jilbab dapat dipakai ke sekolah, ke tempat kerja, acara pesta, dan lainnya. Jangan kahwatir, kini banyak cara memakai jilbab kreasi yang bisa menambah cantik penampilan kita.
Berikut ini cara memakai jilbab kreasi yang praktis dan sesuai dengan syar’i (menutup aurat):
1. Siapkan ciput dan jilbab segiempat dua buah. Warnanya bisa sama, bisa juga berbeda tergantung dari keinginan kita. Hanya saja usahakan serasi dengan warna baju yang akan dipakai.
2. Siapkan peniti kecil dan beberapa jarum pentul.
3. Sebagai alas jilbab, pasang ciput terlebih dahulu. Ada banyak macam ciput, bisa yang model polos, dari bahan kaos maupun bahan satin. Fungsi ciput ini untuk menahan agar rambut tidak terlihat/keluar dan untuk menahan jilbab agar lebih kuat terpasang.
4. Cara memakai jilbab kreasi berikutnya yaitu dengan memakai jilbab segiempat pertama seperti biasa, lipat dahulu jilbab segiempat tadi menjadi segitiga, lalu pasang salah satu ujung jilbab ke arah leher (dililit), rapikan dengan peniti.
5. Pasang jilbab segiempat yang kedua, dengan cara yang sama, diatas jilbab yang pertama. Ekor jilbab yang pertama diangkat ke atas jilbab kedua dan diberi jarum pentul.
6. Sisa dari ujung jilbab kedua inilah yang akan dibuat berbentuk bunga. Caranya pilin dan bentuk ujung jilbab menjadi bunga dan sematkan jarum pentul setiap selesai dibentuk. Lakukan sampai ujung jilbab habis.
Nah, tidak terlalu sulit kan cara memakai jilbab kreasi ini? Anda bisa mencobanya sendiri di rumah. Tapi, kalau mau yang lebih praktis sebenarnya banyak model jilbab berbentuk dua warna dan ada hiasan bunga seperti ini yang banyak dijual dalam bentuk jadi/siap pakai.

dilarang pacaran malah bikin varian

dilarang pacaran malah bikin varian | dilarang maksiat malah bikin derivat | HTS, TTM, LDR, kakak-adik, penyemangat ibadah? HADUH!

boleh kreatif, jangan fiktif | pacaran mau dilabeli apa juga haram, mau dikata apa tetep aja maksiat

wanita terhormat bukan karena banyak gaul dan temenan sama lelaki | wanita terhormat justru karena terjaga lisan dan amal dari lelaki

bukan nggak boleh temenan sama lelaki | tapi untuk apa kalo temenan hanya jadi pembenaran khalwat? (berdua-duaan tanpa mahram)

cewek mudahan itu | diajak makan hayuh, diajak hangout hayuh, diajak jalan hayuh, ketawa ketiwi hayuh, ngesot hayuh | =_=;

tapi cewek mulia | diajak makan, diajak hangout, diajak ketawa ketiwi | harus nikah dulu, nggak gampangan.. bernilai gitu loh

"taaaadz, kan masih esempe, esema, masak nikah mulu solusinya?" | yaah.. udah tau masih seragaman, makanya pantasin diri dulu

kalo ada cowok flirting kamu, ya jangan diladenin | kalo diladenin ya doi kesenengan, kamu respon sih.. | atau malah kamu juga seneng?

kalo ada cowok coba rayu kamu, kalem aja | nggak usah senyum, nggak usah ladenin, nggak usah misuh-misuh | cukup DIEM, lalu TINGGALIN aja

"hidup nggak fun dong kalo nggak ada lawan jenis?" | ooo.. wajarlah kamu selama ini jadi mainan, hidupmu untuk FUN sih

hargai kesendirian, hidupmu belum perlu cowok | kalopun perlu cuma 1 cowok, AYAHmu itu

kaji pemikiran Islam, biar jadi Muslimah anggun kayak mbak-mbakmu yang udah berhijab tuh | belajar masak di dapur juga bagus

udah ah | jangan cowok mulu dipikirin | masih banyak kenikmatan hidup yang halal | semoga manfaat

created : Ustadz Felix Siauw

1001 alasan

1001 alasan bisa dikarang yg pacaran untuk nyatakan keseriusan | bagi yg serius sebenar, hanya 1 kalimat buktikan 

"saya terima nikahnya.."mungkin betul bahwa pacaran itu saling mengenal | mengenali tubuh pasangan dan mengenal apa itu maksiat

dari alasan semangat belajar sampai jalin silaturahim | whatever, ujung-ujungnya pacaran tetap berorientasi pada kenikmatan fisik 

dia bilang sayang karena kamu masih turuti maksiatnya | bila sudah tak mau, tak berat dia tinggalkan | karena pacaran tak perlu komitmen

dia bilang dia sayang sama kamu? | berkali-kali kejadian namun tak ada yg ambil pelajaran, talk is cheap! nikah baru sip!

karena syahwat pasti mewujud pada lelaki | yang taat Allah penuhi itu dengan pernikahan, yang maksiat penuhi itu dengan pacaran

pernikahan itu perlu komitmen, perlu keseriusan dan perlu ilmu agama | lelaki yang tiada lulus syarat2 itu masuk jurusan pacaran

sakit hati saat putus, janji-rayuan nya masih terngiang di kepalamu | kubilang itu salahmu sendiri, pacaran tiada didisain utk komitmen

putuskan pacar memang sulit, tetap pacaran pun satu saat pasti sakit | pilih saja, sulit karena taat atau sakit karena maksiat?

maka beritahukan kepada pacarmu sekarang juga | bila memang serius dan ksatria, nikahi atau sudahi

created : Ustadz Felix Siauw

JOMBLO

Mending JOMBLO lho dari pada pacaran..
Karna jomblo tuh..

J-auh dari
O-rang orang yang
M-endekati zina
B-eruntunglah
L-elaki & perempuan yang menjauhi
O-rang orang yang melanggar larangan Robbnya

Yuk berusaha menghindar dari PACARAN..
Karna pacaran ntu..

P-erjalanan yang buruk
A-papun
C-aranya &
A-lasannya pacaran tak akan di benarkan oleh agama
R-usaklah
A-khlaknya,seolah
N-eraka tempat tujuannya.

Yang dah cukup umur dan siap perbekalan
Yah lebih baik NIKAH..
Karna Nikah ntu..

N-ambah
I-lmu
K-eberkahan, serta
A-mal &
H-idup indah

Tingkatan cinta menurut islam



Al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah berkata sesungguhnya cinta memiliki  tingkatan, di antaranya adalah :

1.  Alaqoh
Makna ’alaqoh adalah ikatan atau bisa juga diartikan dengan kecenderungan hati.
Disebut ’alaqoh karena orang tersebut memiliki hubungan atau ikatan dengan yang dicintainya.

Pada sebuah syair disebutkan :

Engkau telah membuatku terpikat, tertambat dan terikat, sejak pertama aku melihat.Ash-Shobabah
Secara harfiah dapat diartikan dengan menuangkan, mengalirkan atau kerinduan.
Disebut ash-shobabah karena hati orang tersebut dia curahkan dan dia tumpahkan kecintaannya kepada orang yang dicintainya.

2. Al-Ghorom
Artinya amat menyukai atau tertambat hatinya.
Yaitu melekatnya kecintaan dalam hatinya sampai cintanya tidak akan dipisahkan dari sesuatu yang dia cintai. Seperti kata pepatah : Bila cinta sudah melekat, gula jawa berasa coklat.

3. Al-IsyQ
Artinya sangat cinta (tertambat hatinya) kepada ……….., menempel, melekat.
Dari sini diturunkan pula kata : al-’asyaqoh yang artinya tumbuh-tumbuhan yang melilit pada pohon. (nah. Jadi jelas, kan, maksudnya)

Yaitu rasa cinta yang berlebihan dan mengandung syahwat. Oleh karena itu Allah tidak boleh disifati dengannya dan tidak boleh memberikan kalimat ini untuk Allah.

4. Asy-SyauQ
Maknanya cinta yang bergelora, menyandarkan.
Yaitu perginya hati kepada sesuatu yang dia cintai dengan sepenuhnya.
Rasulullah bersabda :

Barang siapa yang berharap ingin berjumpa dengan Allah, maka Allah pun akan berjumpa dengannya. [HR. Bukhori : 4/75 dan 7/65]
Allah ta’ala berfirman : Barang siapa yang berharap (untuk) berjumpa dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. [QS. Al-Ankabut : 5]

Tatkala Allah mengetahui bahwa wali-wali Allah sangat merindukan untuk berjumpa dengan-Nya, hati-hati mereka tidak akan pergi kecuali kepada Allah. Oleh karena itu Allah mengumpamakan kepada mereka tentang waktu yang telah dijanjikan. Sehingga hati hambanya merasa tenang.

5. At-Tatayyum
Artinya memperbudak, menundukkan, menguasai.
Yaitu penghambaan atau pemujaan seseorang terhadap yang dia cintai. Di dalamnya mengandung makna ketundukan dan menghinakan dirinya terhadap yang dicintai.
Oleh karenanya keadaan yang paling mulia bagi seorang hamba adalah al-Ubudiyyah yaitu penghambaan dan tidak ada tingkatan yang lebih mulia daripada itu.

6. Al-Khullah

Al khullah adalah kecintaan yang paling sempurna dan penghabisannya, sehingga tidak tersisa sedikitpun kecuali dia curahkan kepada yang dia cintai. Ini adalah kedudukan yang mulia khusus kepada Nabi Ibrohim dan Nabi Muhammad. Sebagaimana sabdaRasulullah :

Sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai khalil (hamba yang paling dicintai Allah) sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil. [HR. Muslim : 1216]

10 KIAT MENGGAPAI CINTA ALLAH

10 KIAT MENGGAPAI CINTA ALLAH


Tujuan hidup seorang Muslim adalah memperoleh ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memasuki surga-Nya. Tujuan ini akan tercapai hanya jika ia menjalani hidup secara mulia, baik sebagai hamba Sang Khalik maupun sebagai makhluk sosial, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Adapun tujuan hidup orang kafir hanya untuk memenuhi syahwatul bathn (syahwat perut) dan syahwatul farj (syahwat seks). Maka, aktivitas hidupnya pun hanya untuk memburu sesuatu yang menyenangkan sesaat, tapi kemudian membuat dirinya sendiri kecewa.
Allah Ta’ala berfirman, ”Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapati sesuatu apa pun, dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (An-Nur [24] : 39)
Jika sudah demikian, mereka lebih rendah dari binatang. Sebab, sebagai makhluk yang memiliki kebihan akal dan kemampuan spiritual, seharusnya mereka tidak berbuat seperti itu. Panca indera mereka sudah tak lagi berinteraksi dengan ayat-ayat-Nya.
Allah Ta’ala berfiman, ”Dan sesungguhnya Kami jadikan (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah). Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf [7] : 179)
Kiat Meraih Cinta-Nya
Seorang Muslim tidak boleh terjebak pada tujuan memburu kenikmatan sesaat sebagaimana yang diderita oleh kaum yang tidak beragama.
Apa pun keadaannya seorang Muslim harus menggunakan karunia-Nya secara maksimal untuk mencapai kenikmatan yang bersifat permanen (akhirat).
Bagaimana mewujudkannya? Bagaimana meraih cinta-Nya? Berikut langkah-langkahnya.
1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan melakukan ibadah mahdhah secara istiqamah.Allah Ta’ala berfirman, ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah [2] : 185)
Dalam Hadits Qudsi, Allah Ta’ala berfirman, ”Aku dalam sangkaan hamba-Ku, dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum, maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku satu hasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, aku akan datang kepadanya dengan lari-lari kecil.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
2. Kecintaan Allah Ta’ala bisa diperoleh dengan menjalankan ibadah nawafil (tambahan/sunnah).Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, ”Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Aku sukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, sebagai tangan yang ia memukul dengannya, sebagai kaki yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Ku-beri dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Aku lindungi.” (Riwayat Bukhari)
3. Kecintaan Allah Ta’ala juga bisa diperoleh dengan mencintai para kekasih-Nya. Merekalah orang-orang yang senantiasa ditolong, dilindungi, dan dibela oleh-Nya.
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu (Ra), Rasulullah SAW bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman, ”Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Ku-izinkan ia diperangi.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
4. Mengikuti ajaran Rasulullah SAW (ittiba’) sebagai bukti kecintaan kepada beliau.Allah Ta’ala berfirman, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran [3] : 31)
5. Berperang di jalan Allah Ta’ala dengan shaf yang rapi.Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff [61] : 4)
6. Sabar ketika diuji dengan penderitaan dan syukur ketika diuji dengan kelapangan.Allah Ta’ala berfirman, ”Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran [3]: 146)
7. Selalu berbuat baik dan suka menolong sesama.Allah Ta’ala berfirman, ”Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (al-Maidah[5]: 93)Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah RA, juga bersabda, “Barangsiapa melepaskan seorang Mukmin dari penderitaan-penderitaan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya penderitaan-penderitaan hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup aib seorang Muslim maka Allah akan menutup aibnya di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (Riwayat Muslim)
8. Bertakwa dan berbuat adil.Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah [9]: 7).Dalam ayat lain Allah Ta’ala juga berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah [60[:
9. Ikhlas dalam beramal.Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang meninggalkan dunia dalam keadaan ikhlas hanya kepada Allah Ta’ala, tidak menyekutukan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, (lalu) ia wafat, maka Allah ridha kepadanya.” (Riwayat Ibnu Majah)
10. Bertobat dengan tulus.Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqarah [2] : 222)

Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan

Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan. Orang yang pacaran akan selalu mengelabui pasangannya.
Ketika masa-masa pacaran, si kekasih akan selalu berdandan cantik di hadapan pacarnya, berkata lemah lembut, bersenyum manis dan belang jeleknya ditutup-tutupi. Yang pacaran akan merasa tidak pede jika nampak sesuatu yang jelek dari dirinya. Kalau dikatakan pacaran sebagai jalan untuk mengenal pasangan sebelum nikah, kenyataanya penjajakan tersebut jauh berbeda dengan saat telah menikah. Saat telah menikah, satu sama lain tidak mesti berpenampilan cantik atau ganteng saat di rumah. Tidak mesti pula terus-terusan bertemu dalam keadaan harum atau wangi. Bahkan dalam pernikahan ada pasangan yang berkata kasar yang hal ini tidak dijumpai saat pacaran dahulu.
Padahal Islam sudah memberi jalan bahwa mengenali pasangan bisa dari empat hal: (1) kecantikan, (2) martabat (keturunan), (3) kekayaan atau (4) baik atau tidak agamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.  (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446). Mengenal calon pasangan sudah cukup lewat empat hal tersebut. Keempat hal tadi bisa diketahui dari keluarga dekat atau dari teman dekat si pasangan. Jadi, tidak mesti lewat lisan si pasangan secara langsung.
Jika sudah ada cara yang Islam gariskan, masihkah mencari cara lain untuk mengenal pasangan? Lantas apa mesti mengenal calon pasangan lewat pacaran?
Ketahuilah bahwa nikah adalah tanda ingin serius, sedangkan pacaran hanya ingin terus dipermainkan. Jangan heran jika ada yang sudah pacaran bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak sampai setahun jadi bubar.
Coba lihat saja para sahabat Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pernah menempuh jalan pacaran ketika mencari pasangan. Sekali ta’aruf, merasa cocok, sudah langsung menuju pelaminan. Tidak seperti para pemuda saat ini yang menjalani pacaran hingga 10 tahun untuk bisa saling mengenal lebih dalam. Padahal para sahabat adalah sebaik-baik generasi sepeninggal Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mesti dicontoh. Lihat saja apa yang terjadi ketika Fathimah dinikahi ‘Ali bin Abi Tholib atau Ruqoyyah yang dinikahi sahabat mulia ‘Utsman bin ‘Affan, mereka tidak melewati proses penjajakan pacaran. Imam Ahmad berkata dalam Ushulus Sunnah, “Hendaklah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat -radhiyallahu ‘anhum- serta mengikuti ajaran mereka.”
Lihat pula si mbah kita dahulu. Mereka juga tidak mengenali calon pasangan mereka dengan pacaran. Akan tetapi, keluarga mereka tetap langgeng dan punya banyak keturunan.
So ... Apa gunanya pacaran? Jika Anda ingin dikelabui terus-terusan, maka monggo itu pilihan Anda dan akhirnya Anda yang tanggung sendiri akibatnya.
Semoga Allah beri taufik dan hidayah.
---

 
KITA ORANG MUSLIM powered by blogger.com
Design by Simple Diamond Blogger Templates