Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 November 2013

Do'aku pada kasihmu

Ya Rabbul izzati, jika aku jatuh cinta jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dariMu .

Ya khalik, kija aku rindi jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan ridhoMu .

Ya salam, jika aku jatuh hati pada kekasihMu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia padaMu .

Do'aku pada kasihmu

Ya Rabbul izzati, jika aku jatuh cinta jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dariMu .

Ya khalik, kija aku rindi jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan ridhoMu .

Ya salam, jika aku jatuh hati pada kekasihMu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia padaMu .

Kamis, 06 Juni 2013

Tingkatan cinta menurut islam



Al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah berkata sesungguhnya cinta memiliki  tingkatan, di antaranya adalah :

1.  Alaqoh
Makna ’alaqoh adalah ikatan atau bisa juga diartikan dengan kecenderungan hati.
Disebut ’alaqoh karena orang tersebut memiliki hubungan atau ikatan dengan yang dicintainya.

Pada sebuah syair disebutkan :

Engkau telah membuatku terpikat, tertambat dan terikat, sejak pertama aku melihat.Ash-Shobabah
Secara harfiah dapat diartikan dengan menuangkan, mengalirkan atau kerinduan.
Disebut ash-shobabah karena hati orang tersebut dia curahkan dan dia tumpahkan kecintaannya kepada orang yang dicintainya.

2. Al-Ghorom
Artinya amat menyukai atau tertambat hatinya.
Yaitu melekatnya kecintaan dalam hatinya sampai cintanya tidak akan dipisahkan dari sesuatu yang dia cintai. Seperti kata pepatah : Bila cinta sudah melekat, gula jawa berasa coklat.

3. Al-IsyQ
Artinya sangat cinta (tertambat hatinya) kepada ……….., menempel, melekat.
Dari sini diturunkan pula kata : al-’asyaqoh yang artinya tumbuh-tumbuhan yang melilit pada pohon. (nah. Jadi jelas, kan, maksudnya)

Yaitu rasa cinta yang berlebihan dan mengandung syahwat. Oleh karena itu Allah tidak boleh disifati dengannya dan tidak boleh memberikan kalimat ini untuk Allah.

4. Asy-SyauQ
Maknanya cinta yang bergelora, menyandarkan.
Yaitu perginya hati kepada sesuatu yang dia cintai dengan sepenuhnya.
Rasulullah bersabda :

Barang siapa yang berharap ingin berjumpa dengan Allah, maka Allah pun akan berjumpa dengannya. [HR. Bukhori : 4/75 dan 7/65]
Allah ta’ala berfirman : Barang siapa yang berharap (untuk) berjumpa dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. [QS. Al-Ankabut : 5]

Tatkala Allah mengetahui bahwa wali-wali Allah sangat merindukan untuk berjumpa dengan-Nya, hati-hati mereka tidak akan pergi kecuali kepada Allah. Oleh karena itu Allah mengumpamakan kepada mereka tentang waktu yang telah dijanjikan. Sehingga hati hambanya merasa tenang.

5. At-Tatayyum
Artinya memperbudak, menundukkan, menguasai.
Yaitu penghambaan atau pemujaan seseorang terhadap yang dia cintai. Di dalamnya mengandung makna ketundukan dan menghinakan dirinya terhadap yang dicintai.
Oleh karenanya keadaan yang paling mulia bagi seorang hamba adalah al-Ubudiyyah yaitu penghambaan dan tidak ada tingkatan yang lebih mulia daripada itu.

6. Al-Khullah

Al khullah adalah kecintaan yang paling sempurna dan penghabisannya, sehingga tidak tersisa sedikitpun kecuali dia curahkan kepada yang dia cintai. Ini adalah kedudukan yang mulia khusus kepada Nabi Ibrohim dan Nabi Muhammad. Sebagaimana sabdaRasulullah :

Sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai khalil (hamba yang paling dicintai Allah) sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil. [HR. Muslim : 1216]

10 KIAT MENGGAPAI CINTA ALLAH

10 KIAT MENGGAPAI CINTA ALLAH


Tujuan hidup seorang Muslim adalah memperoleh ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memasuki surga-Nya. Tujuan ini akan tercapai hanya jika ia menjalani hidup secara mulia, baik sebagai hamba Sang Khalik maupun sebagai makhluk sosial, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Adapun tujuan hidup orang kafir hanya untuk memenuhi syahwatul bathn (syahwat perut) dan syahwatul farj (syahwat seks). Maka, aktivitas hidupnya pun hanya untuk memburu sesuatu yang menyenangkan sesaat, tapi kemudian membuat dirinya sendiri kecewa.
Allah Ta’ala berfirman, ”Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapati sesuatu apa pun, dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (An-Nur [24] : 39)
Jika sudah demikian, mereka lebih rendah dari binatang. Sebab, sebagai makhluk yang memiliki kebihan akal dan kemampuan spiritual, seharusnya mereka tidak berbuat seperti itu. Panca indera mereka sudah tak lagi berinteraksi dengan ayat-ayat-Nya.
Allah Ta’ala berfiman, ”Dan sesungguhnya Kami jadikan (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah). Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf [7] : 179)
Kiat Meraih Cinta-Nya
Seorang Muslim tidak boleh terjebak pada tujuan memburu kenikmatan sesaat sebagaimana yang diderita oleh kaum yang tidak beragama.
Apa pun keadaannya seorang Muslim harus menggunakan karunia-Nya secara maksimal untuk mencapai kenikmatan yang bersifat permanen (akhirat).
Bagaimana mewujudkannya? Bagaimana meraih cinta-Nya? Berikut langkah-langkahnya.
1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan melakukan ibadah mahdhah secara istiqamah.Allah Ta’ala berfirman, ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah [2] : 185)
Dalam Hadits Qudsi, Allah Ta’ala berfirman, ”Aku dalam sangkaan hamba-Ku, dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kemudian apabila ia ingat Aku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia ingat kepada-Ku dalam satu kaum, maka Aku akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku satu hasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, aku akan datang kepadanya dengan lari-lari kecil.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
2. Kecintaan Allah Ta’ala bisa diperoleh dengan menjalankan ibadah nawafil (tambahan/sunnah).Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, ”Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal lebih Aku sukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, sebagai tangan yang ia memukul dengannya, sebagai kaki yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Ku-beri dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Aku lindungi.” (Riwayat Bukhari)
3. Kecintaan Allah Ta’ala juga bisa diperoleh dengan mencintai para kekasih-Nya. Merekalah orang-orang yang senantiasa ditolong, dilindungi, dan dibela oleh-Nya.
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu (Ra), Rasulullah SAW bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman, ”Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Ku-izinkan ia diperangi.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
4. Mengikuti ajaran Rasulullah SAW (ittiba’) sebagai bukti kecintaan kepada beliau.Allah Ta’ala berfirman, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran [3] : 31)
5. Berperang di jalan Allah Ta’ala dengan shaf yang rapi.Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff [61] : 4)
6. Sabar ketika diuji dengan penderitaan dan syukur ketika diuji dengan kelapangan.Allah Ta’ala berfirman, ”Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran [3]: 146)
7. Selalu berbuat baik dan suka menolong sesama.Allah Ta’ala berfirman, ”Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (al-Maidah[5]: 93)Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah RA, juga bersabda, “Barangsiapa melepaskan seorang Mukmin dari penderitaan-penderitaan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya penderitaan-penderitaan hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup aib seorang Muslim maka Allah akan menutup aibnya di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (Riwayat Muslim)
8. Bertakwa dan berbuat adil.Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah [9]: 7).Dalam ayat lain Allah Ta’ala juga berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah [60[:
9. Ikhlas dalam beramal.Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang meninggalkan dunia dalam keadaan ikhlas hanya kepada Allah Ta’ala, tidak menyekutukan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, (lalu) ia wafat, maka Allah ridha kepadanya.” (Riwayat Ibnu Majah)
10. Bertobat dengan tulus.Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqarah [2] : 222)

Mencitai Dan DIcintai Karena Allah SWT



Mencitai Dan DIcintai Karena Allah SWT

Berbicara tentang cinta adalah berbicara tentang rasa suka, rasa tenang dan tenteram, rasa rindu dan pengharapan.

Namun tidak jarang dalam hubungan dengan sesama, kita merasakan kekecewaan, kekesalan, bahkan kemarahan yang akan berakhir pada perselisihan dan perpecahan.

Padahal, sejatinya cinta bersifat menguatkan, bukan menghancurkan, ia menyuburkan, bukan membunuh, ia menyembuhkan, bukan menyakiti, sehingga cinta haruslah membuat sang pencinta menjadi orang yang lebih bahagia, bersemangat dan produktif.

Ketika hubungan dua manusia tidak lagi memberikan kebahagiaan, dan tidak memberikan manfaat tidak hanya bagi keduanya, melainkan juga kepada lingkungan sekitarnya, maka perlu ditinjau kembali perasaan cinta yang melandasi keduanya.

Cinta semacam itu adalah cinta yang sudah dikotori oleh hawa nafsu. Lalu bagaimanakah hakikat dari cinta sejati?

Cinta sejati adalah cinta yang dilandasi atas kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya. Sesungguhnya cinta sejati adalah fitrah yang diberikan Allah kepada orang-orang mukmin.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96).



Cinta sejati adalah cinta yang dibingkai oleh iman kepada Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk lezatnya iman.

Rasulullah SAW bersabda : Dari Anas bin Malik ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah, sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (HR. Bukhari)

Dengan demikian, seorang mukmin tidak akan mencintai apapun dan siapapun apabila cinta itu membuatnya jauh dari kebenaran, membuatnya meninggalkan perintah Allah dan sunnah Rasul, atau bahkan membuatnya melakukan hal-hal yang dibenci Allah. Sebaliknya, cinta tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, bukan berdasarkan balasan yang kita terima dari orang yang kita cintai.

Cinta sejati akan bertambah ketika iman orang yang kita cintai ikut bertambah.

Cinta sejati adalah cinta yang menyandarkan harapan terbesarnya hanya kepada Allah.

Cinta seperti ini membebaskan manusia dari perasaan kecewa karena sungguh, tidak akan kembali pengharapan seorang makhluk kepada makhluk yang lain melainkan ia akan kembali berupa kekecewaan.

Apalah yang bisa dilakukan seorang makhluk untuk memuaskan makhluk yang lain, sedangkan untuk memuaskan dirinya sendiri saja dia tidak bisa?

Hanya kepada Allah lah berpulang semua pengharapan.

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan bahwa rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri.

Seiring berjalannya waktu dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan, efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.

Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari empat tahun.

Karenanya, tanpa ikatan yang berdasar karena ketuhanan, rasa cinta itu bersifat sangat sementara.

Mencinta dan dicinta karena Allah SWT-lah yang bisa melanggengkan pasangan suami istri, yang bisa melangengkan cinta orang tua pada anaknya dan sebaliknya, yang tentu juga akan menguatkan cinta saudara seiman dan juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang telah dijanjikan Allah naungan pada hari kiamat, ketika tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya. Aamiin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)

Bila Aku Jatuh Cinta



Bila Aku Jatuh Cinta 

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Ya Allah, Kukuhkanlah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

HATIKU MILIK-MU!!



HATIKU MILIK-MU!!

Aku manusia biasa. Cara hidupku juga biasa. Hartaku tidaklah segunung Kinabalu. Iman dan takwaku tidak sehebat seorang muslimah sejati. Kerana aku insane biasa. Datang dan lahir dari keluarga yang biasa. Namun, jauh di sudut hati ini, aku inginkan luar biasa. Aku sentiasa menanam utuh dalam kalbuku ini agar suatu saat nanti, hatiku akan lembut untuk terus istiqamah di jalan-Nya.

Ini kisahku. Kisah seorang aku bertemu Dia. Dulunya, aku seorang yang biasa. Tidak memakai tudung labuh, tidak memakai stoking dan selalu mesej dengan lelaki bukan mahram kerana mereka kawan-kawan aku. Aku suka bermesej kosong dengan mereka. Entahlah. Rasa serono kot bila selalu mesej dengan lelaki.

Semasa aku tingkatan 3, aku pernah bercouple dengan seseorang ni. Masa tu, geng-geng aku semua dah ada pakwe. Dan, aku barulah nak belajar bercouple. Aku dengan pakwe aku ni, selalulah juga mesej. Tapi, call tu, jarang-jarang. Biasalah, jiwa remaja, sibuk nak bercinta. Tapi, masa tu, aku tetap jaga batas. Tak pernah dating dan keluar berdua dengan dia. Cuma mesej dan kadang-kadang call saja.

Sebelum PMR, hati aku ni bertemu dengan hidayah-Nya. Aku terjumpa satu risalah dakwah tentang cinta. Aku baca dengan hati yang sarat inginkan jawapan kepada persoalan-persoalan aku selama ini. Apakah bercouple itu satu kesalahan? Salahkah aku dan dia bercinta? Aku jumpa setiap jawapan kepada persoalan-persoalan aku ni dalam risalah tersebut. Bukan itu saja, malah, aku turut mencari ilmu di alam maya ini. Aku baca blog-blog para daie yang aku kenal cukup hebat ilmu agamanya dan cukup mantap hujahnya. Aku mula sedar. Aku banyak melakukan dosa!

Aku mencari kekuatan untuk meninggalkan pakwe aku. Dan, aku berjaya! Aku minta untuk putus dengannya! Melalui surat. Aku rasa sangat bahagia setelah aku clash dengan dia! Dan, aku berazam dengan diriku sendiri untuk tidak bercouple lagi dengan mana-mana lelaki. Aku hanya inginkan cinta yang suci dan halal untuk suamiku nanti!

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (al-Isra: 32)

Semasa di tingkatan 4, hidayah-Nya semakin mendapat tempat di hatiku. Aku sebenarnya amat tertarik dengan penampilan para muslimah yang bertudung labuh. Ya! Memang aku teringin sangat nak istiqamah pakai tudung labuh! Bukan hanya pakai di sekolah sahaja!

Seorang ustaz baru di sekolah aku sedikit sebanyak melembutkan hatiku untuk berubah ke arah kebaikan. Beliau cuba menghidupkan suasana Islamik di sekolah aku tu. Aku suka! Ceramah dan tazkirah kerapkali berjalan di sekolah itu. Risalah-risalah dakwah juga sering dipamerkan dan dijadikan bahan rujukan untuk para pelajar. Aku juga mula rajin membaca buku-buku agama.

Aku bergaul dengan geng-geng yang aku baru kenali. Aku bercampur dengan sahabat-sahabat yang sama-sama berusaha denganku mencari cahaya-Nya. Sedikit demi sedikit, aku mula berubah. Aku membeli tudung 60 inci. Aku juga sudah selesa memakai stokin. Tidak ramai ahli saudara-maraku yang bertudung labuh. Hanya ada beberapa sahaja. Iaitu ahli keluarga sebelah bapa. Ahli keluarga sebelah ibu pula, langsung tiada. Hanya ibu sahaja. Kakakku juga tidak bertudung labuh. Hanya tudung biasa. Aku sematkan di dalam hati. Aku akan berusaha untuk istiqamah bertudung labih bulat pula selepas ini. Aku rasa selesa! Serius!

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Surah Al-A’raf : 26)

Umurku genap 18 tahun. Semakin aku mendalami ilmu agama, mencari realiti hidup ini, aku sebenarnya sudah jatuh hati pada seseorang. Mungkin, suka. Belum lagi cinta. Aku abaikan sahaja perasaan itu. Lelaki itu bagiku memang amat istimewa. Sebab aku dan dia berkawan. Dia selalu bertanya soalan yang berkaitan dengan agama padaku. Kadang-kadang, aku juga begitu. Aku sering dan sentiasa cuba untuk tidak terlalu rapat dengannya. Sebenarnya, dia sudah ada insan istimewa di hatinya. Aku cuba untuk menyedarkannya. Aku suka dengar dia bertazkirah di surau dan mengimamkan solat di sekolah dulu. Ya! Aku suka! Sampai kadang-kadang, aku termimpikan dia. Aku malas nak layan perasaan tu. Lagipun. Aku masih belum bersedia! Masih jahil agama!

Aku biarkan saja. Kini, sudah 19 tahun umurku. Perasaan itu seakan masih ada. Hari tu, aku dan kawan-kawanku reunion. Ternyata, lelaki itu masih dengan buah hatinya. Dia benar-benar serius mungkin. Ingin bernikah. Ya Allah! Aku tahu, rasa ini perit. Namun, tak sanggup aku nak luahkan. Aku tak nak mengecewakan sahabatku sendiri. Aku tak nak dilabel perampas. So, aku abaikan dan terus abaikan. Aku terus berusaha mensolehahkan diriku. Aku percaya, Dia sudah menciptakan seseorang khas untukku. Aku sangat yakin, bahawa ada si dia yang tercipta untukku. Ya! Bukan mudah nak hapuskan rasa suka dan sayang yang pernah bertakhta dalam diam. Namun, lama kelamaan, makin aku biarkan, abaikan, ianya semakin berlalu. Apa ubatnya?? Aku cuba rajin dan sibukkan diri dengan kerja-kerja ibadah. Aku percaya dengan janji-Nya. ^^

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….” (Surah An-Nur : 26)

Sejak umur 17 tahun lagi, aku sudah tidak bermesej dengan lelaki walaupun sekadar kawan. Kecuali, atas dasar keperluan seperti pelajaran dan perkara penting sahaja. Kerana, aku tidak mahu ada sebarang rasa yang akan tersekat di jiwaku ini.

Hingga kini, memang ada beberapa insan yang cuba mengetuk pintu hati ni. Tapi, aku tak nak! Aku tak layan! Benar, jika kita kerap merapatkan diri dengan lelaki, mudah untuk syaitan mengambil alih hati kita dan menodainya. Aku tidak mahu lalai lagi. Aku tidak mahu terleka dan terlena lagi dalam hasutan syaitan. Aku takkan sesekali mulakan sesuatu yang susah untuk aku hentikan. Alhamdulillah, aku kini sudah istiqamah bertudung labuh bulat. Memang kadang-kadang, aku dipandang pelik sebab bertudung labuh! Namun, aku abaikan mereka. Aku utamakan pandangan Yang Maha Esa.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Surah Muhammad : 7)

Dan, kini, aku tetap meneruskan perjuanganku untuk mensolehahkan diri dan menuntut ilmu demi Allah! Aku sudah mempunyai group usrah tersendiri. Bersama para sahabatku. Aku cintakan mereka kerana Allah. ^^

Moga suatu saat nanti, bila aku sudah bersiap sedia, Dia akan menemukan aku dengan insan soleh yang juga mencintai-Nya untuk mencintai dan menikahiku. Aku abaikan segala anasir-anasir rasa yang cuba menggugat dan melemahkan hati dan jiwaku. Aku hanya inginkan satu cinta! Cinta yang halal! :)

Perasaan ini sungguh indah! Subhanallah! Perasaan tatkala aku sudah berjaya bertemu Dia. Tuhanku. Pemilik nyawaku. Jangan Kau ambil dan tarik semula hidayah-Mu ini. Aku sangat takut dan resah untuk berjauhan dari sisi-Mu. Aku tidak mahu terhumba ke gaung Neraka-Mu gara-gara kemurkaan-Mu.

“Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Surah Maryam : 58)

Sungguh, hatiku milik-Mu, Ya Rabbi! ^^

SURAT CINTA UNTUK KEKASIH SEJATIKU ( ALLAH )



SURAT CINTA UNTUK KEKASIH SEJATIKU ( ALLAH )
Bismillahirrohmanirrohiim.. 

Surat ini aku persembahkan untuk kekasih sejatiku.. ALLAH SWT Ya Allah..

Hamba memohon terimalah surat ini, dengarkanlah suara hati hamba yang terdalam yang hamba tuliskan lewat surat ini. Engkau kekasih hamba yg tercinta .. Engkau kekasih sejati yg terkasih .. Tuhanku semesta alam.. pemilik jiwa raga ini .. yang menggenggam hati ini.. ENGKAU ALLAH ROBBUL-’IZZATI ..

Ya Allah .. 
hamba tuliskan surat cinta ini sebagai ungkapan atas apa yang hamba rasa padaMU.. Ya Alloh.. aku bersyukur menjadi hambaMU, menjadi muslim, dan memiliki tauladan hidup seorang kekasihMU yg mulia ,, yg sempurna akhlaknya RasulMu Nabi Muhammad SAW.. Sungguh hamba bersyukur memiliki Al Quranul kariim, cahayaMU yg terang, kalimatMU yang sempurna yang menenangkan jiwaku, menghibur di saat gundahku dan sedihku, dan menjadi penuntunku hingga hari terakhirku .. hari dimana catatan hidupku di dunia akan dibuka dan diperhitungkan olehMu .. 

Ya Allah .. 
Entah apa jadinya diri ini jika hamba tidak menjadi muslim dan tidak mengenal Islam .. AgamaMu yg Hak dan sempurna .. 

Ya Allah .. 
Entah apa jadinya diri ini tanpa adanya belas kasihMu dan maghfirahMU.. sungguh dan pasti hamba merugi.

Ya Allah .. yang Maha Mengerti .. 
hamba bersyukur terlahir beragama Islam, dengan hidayahMu dan berkat kasihMU hingga saat ini namaMU tetap selalu terukir di hatiku .. hamba berharap .. Engkau selalu ada di hati hamba selamanya hingga nafas ini berhenti ..

tapi ya Allah .. sungguh hamba pun sering bertanya kepada diri ini, hati, jiwa, dan raga ini, " wahai makhluk yg lemah .. apakah memang dirimu sudah benar – benar menjadi org Islam ? apakah benar Allah selalu ada di hatimu ? Apakah benar Allah adalah kekasih sejatimu ? apakah kau jujur dan tulus mengatakan kau mencintaiNYA ?"

kemudian sering terlintas pertanyaan yang sungguh membuat hati hamba tersayat sayat .. " apa buktinya bahwa kamu sungguh seorang muslim, apa buktinya kamu adalah hamba yang sangat mencintaiNYA, dan apakah Allah sudah menerima dan membalas cintaMu dan meridhoimu sebagai kekasihNYA ? " 

Ya Allah .. ampuni hamba .. teguhkan namaMu di hati hamba .. sempurnakan cinta hamba kepadaMu ..

Ya Allah .. 
sungguh hamba takut dan malu .. nyatanya hambaMu ini memang sering mengkhianatiMU, sering melupakanMu .. sering meremehkan perintahMu dan LaranganMu, sedikit mengingatMu dan mendzikiriMu .. terlalu sering berubah dan menjadi lalai, setelah bertekad akan bersungguh2 menjadi lebih baik dalam melakukan segala hal yang Engkau cintai dan tidak melakukan yang Kau benci .. ma’afkan hamba Allah .. ma’afkan hamba ..

Ya Allah .. 
hamba lalai menjagaMU, mungkin karena kecongkakan dan lemahnya perlawanan hamba dalam menghadapi hawa nafsu . 

Ya Allah .. 
hamba sering mengkambing hitamkan syaitan padahal memang semua karena kelemahan hamba dalam menundukkannya dan melawan godaannya .. 

Ya Allah .. 
sungguh kini hamba menyadarinya .. hamba mungkin belum pantas mengakui cinta kepadaMU tanpa ada pembuktian yang nyata terlebih dahulu ..

Duhai ALLAH .. kekasih hamba .. 
hamba sering teringat dengan firmanMU dalam sebuah hadits : Rosululloh saw. bersabda, "Alloh berfirman, 'Aku heran denganmu wahai anak Adam, Aku yang telah menciptakanmu tapi engkau menyembah selain Aku. Aku yang memberimu rezeki tapi engkau bersyukur kepada selain Aku. Aku perlihatkan rasa cintaKu kepadamu dengan memberi nikmat---padahal Aku tidak membutuhkanmu---tapi engkau perlihatkan rasa bencimu kepadaKu dengan melakukan maksiat, padahal engkau membutuhkanku. KebaikanKu senantiasa turun kepadamu tapi keburukanmu senantiasa naik kepadaKu'"

Ya Allah .. 
sungguh sedih hati hamba ini mengetahui curahan pernyatanMu tersebut .. membuat air mata hamba mulai menari-nari di pipi ini .. dan scepat kilat hati pun terasa basah karena isak tangis hamba .. Ya Allah hamba takut akan pedihnya siksaMU.. Ya Allahu ANTA Robbi .. ANTA maqshudi .. RidhoKa mathlubi .. ANTA Ghoffarun .. hamba mohon ampunilah hamba .. Wahai cinta sejatiku, kekasih hatiku, harapanku ,.. terimalah maaf dariku .. Astaghfirullahal'adziim .. Astaghfirullahal'adziim .. Astaghfirullahal'adziim .. tubtu ilaiKa .. watub ’alayya .. ANTA Ghafirudz-Dzanbil-’adhim ..

Banyak pendosa, termasuk diri ini .. ketika diingatkan agar berhenti dari maksiatnya, serta merta menjawab bahwa Allah SWT itu Maha Pengasih dan Penyayang. Padahal, selain memiliki sifat tersebut, Engkau juga memiliki sifat Maha keras azab-Nya.. Ya Allah sungguh sangat takut diri ini, saat firmanMu yang tertulis dalam QS. Al Maidah: 98 mengingatkanku..

5. Al Maa'idah

98. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ya Allah ya Rahman .. izinkanlah hamba perbaiki semua sebelum waktuku berjumpa denganMU tiba .

Duhai kekasih sejati hamba .. Hamba malu atas semua yg Kau beri .. padahal diri hamba terlalu sering membuatMU kecewa .. Entah mungkin karna hamba terlena, sementara Engkau selalu mmberi hamba kesempatan berulang kali agar hamba kembali .. Ya Allah betapa tak ada apa2nya hamba di hadapanMU .. YA Allah .. Hanya Engkaulah cinta sejati hamba .. tak ada illah selain diriMU ..

Ya Allah Ya Rahiim .. pemilik cinta dari segala cinta .. hamba sadar kini, mencintai manusia bukan karenaMu bisa menimbulkan kekecewaan teramat dalam .. mencinta manusia khususnya lawan jenis di luar ikatan suci adalah sebuah kesia-siaan .. Kini, lebih baik mereka membenciku daripada ENGKAU Yg membenciku, hatiku telah ternodai, dan cinta untukMu Ya Allah .. secara tak sadar sudah ku khianati ... Kini ku sadar, mencintaiMu memang tidak pernah ada kekecewaan .. karna hamba yakin ENGKAU selalu membalas cinta hambaMu ini ..

Ya Allah .. meski tak pantas, tapi hamba ingin selalu berusaha mencintaiMU setulusnya, an dsebenar2nya cinta .. Hamba ingin mendekatiMU selamanya .. sehina apapun diri hamba .. karena banyaknya dosa .. Hamba rindu bertemu denganMU Ya Robbi ..

Ya Allah .. meski dosa hamba terlalu banyak .. namun aku tak akan lelah memohon ampunanMU, karna Kau selalu memotivasiku dalam firmanMU melaui lisan NabiMu : ( sabdanya ) "Wahai anak Adam selama engkau berdosa dan berharap kepadaKu, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak perdulikan lagi. Wahai anak Adam jikalau dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau meminta ampunanKU, pasti engkau Ku ampuni. Wahai anak Adam, andai engkau datang kpd-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemuKu dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula."

Subhanallah walhamdulillah walaailaahaillalloh wallahuakbar .. sungguh Maha Luasnya ampunanMU itu ...

Ya Allah .. kekasih sejatiku .. dalam sujud panjangku di hening malamMu .. Ku memohon ampunanMU, terimalah cintaku Ya Rabbku .. Jangan biarkan hamba berpaling lagi dariMu dan janganlah Engkau palingkan wajahMU dariku .. karna tak ada daya dan upayaku tanpa kasih sayangMU di dalam hidupku .. tak ada artinya hidupku jika taubatku tak mendapat ridho dariMU .. DUHAI KEKASIH SEJATIKU .. ALLAH Rabbku .. Penolongku dan Pelindungku ...

Abu Tholib

Rabu, 05 Juni 2013

10 sebab seseorang mendapatkan cinta Allah SWT


10 sebab seseorang mendapatkan cinta Allah SWT

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah pernah mengemukakan bahwa ada 10 sebab seseorang mendapatkan cinta Allah SWT.

1. Membaca Al-Quran dengan perenungan yang mendalam dan berusaha memahami makna yang terkandung di dalamnya.

2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan tambahan atau amalan sunnah.

3. Mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati, lisan, atau dengan amal perbuatan.

4. Mendahulukan cinta kepada Allah atas cinta terhadap diri sendiri ketika menghadapi hawa nafsu dan mendahulukan ridho Allah atas ridho orang lain meskipun besar tantangannya.

5. Memperdalam diri untuk mengenali hati untuk bisa memperbaiki diri sendiri daripada sibuk melihat aib orang lain. Seseorang yang mengenali hatinya dan yakin dengan akhirat makan Allah akan mencukupkan maisyah (kebutuhan hidup) dirinya di dunia.

6. Senantiasa peka untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah dalam diri kita. (Silahkan direnungi Q.S Ar-Rahman)

7. Memiliki hati yang menangis atau tunduk di hadapan Allah dengan penuh ketawadhu’an. Setiap ujian hidup seharusnya membuat kita paham akan sebuah kebijaksanaan, bahwa ”Kita bukan apa-apa.”

8. Menyendiri bersama Allah di waktu turunnya Allah (waktu sepertiga malam terakhir) atau waktu-waktu terbaik. Jadilah ahli tahajud dengan cara tidak melakukan maksiat di siang hari, tidak makan sebelum tidur, dan bersiwak (gosok gigi) sebelum tidur.

9. Memperbanyak duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah, setia dengan jalan Allah, dan mengambil ucapan-ucapan yang baik dari mereka.

10. Menjauhi segala sebab yang menghalangi hati kita dari Allah. Sebab yang paling umum adalah bermaksiat kepada Allah. Jangan kita lihat kecilnya maksiat yang kita lakukan, tapi lihatlah besarnya kepada siapa kita bermaksiat.

Semoga hamba ini termasuk orang yang mendapat cintaMu ya Rabb...
Amin..

 
KITA ORANG MUSLIM powered by blogger.com
Design by Simple Diamond Blogger Templates