Tampilkan postingan dengan label akhwat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhwat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 November 2013

Keanehan masa kini

Aneh ya..

Klo ada lelaki gk pacaran di bilang homo
Klo ada wanita gk pacaran di bilang lesbi
Shalat tepat waktu di bilang sok alim
Minta doa ibu di blang anak mami

Gonta gnti pasangan udh biasa
Cerai jd tradisi
Yg berzina ngakuny khilaf
Yg pke narkoba ngkuny stress
Solusi HIV pkekondom
Nikah muda di blang kampungan

Gak pnya BB diblang gk gaul
Dengerin murottal Qur'an dibilang gak asik
Ikut pngajian di blang udh tua
Masuk rohis di sebut teroris

Majlis ilmu sepi pengunjung
Konser musik berbau maksiat pada gandrung
Infak 1000 berat terasa, beli tiket konser 500rb ayo aja
Malah ampe desak2an

Itulah potret negeri ini, semoga kita senantiasa terjaga dlm keistiqomahan.

Do'aku pada kasihmu

Ya Rabbul izzati, jika aku jatuh cinta jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dariMu .

Ya khalik, kija aku rindi jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan ridhoMu .

Ya salam, jika aku jatuh hati pada kekasihMu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia padaMu .

Do'aku pada kasihmu

Ya Rabbul izzati, jika aku jatuh cinta jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dariMu .

Ya khalik, kija aku rindi jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan ridhoMu .

Ya salam, jika aku jatuh hati pada kekasihMu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia padaMu .

Opsi memilih jodoh

Bismillaah..

Ada yg dipilih hanya karena indah wajahnya..
Ada yg dipilih hanya karena nasabnya..
Ada yg dipilih hanya karena hartanya..
Ada yg dipilih hanya karena kedudukannya..

“Lalu, jika keempatnya tak ada dalam diri kita, siapa yg mau memilih kita? ”

Tenang saja kawan, Rasulullaah bilang kita masih bisa dipilih meski tak memiliki wajah yg rupawan, meski bukan jutawan, meski bukan anak bangsawan, meski tak punya kedudukan, jika kita baik agama dan akhlak. Dan kabar gembiranya, org yg bersedia memilih, hanya org-org yg menginginkan keberuntungan dunia dan akhirat..

La Tahzan, ayo kita menyemangati diri untuk memperbaiki agama dan akhlak kita.. :'D

Kamis, 06 Juni 2013

"SABAR DALAM PENANTIAN"



"SABAR DALAM PENANTIAN"

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh

Jika kebahagiaan di dunia, hanya sesaat saja..
Lalu kenapa kita harus rela, menukarnya dengan tumpukan dosa yang bermuara kepada siksa abadi di Jahannam sana..
Jika kesusahan di dunia , hanya sementara...
Lalu kenapa kita hendak berhenti bersabar menghadapinya..
Padahal buah kesabaran adalah manisnya nikmat abadi di Jannah-Nya...

Sabarlah kawan..
Jika kau belum mampu menikah maka bersabarlah..
Mendekatlah kepada-Nya, niscaya akan Dia anugerahkan ketentraman dalam hati , hingga tiba saatnya menjemput sang kekasih hati..

Sabarlah kawan..
Jika Pencarianmu belum juga mempertemukanmu dengan tulang rusukmu, mungkin penantian ini adalah ujian ketaqwaanmu, akankah kau tetap istiqomah di jalan-Nya? atau memilih jalan pintas yang tak diridhai-Nya...

Sabarlah kawan...
Mungkin lamanya penantian ini juga dikarenakan kerikil khilaf kita . Coba introspeksi kekurangan dalam diri.. kita inginkan Allah segera memberi.. Namun kita lupa kita tak menyegerakan melaksanakan kewajiban, menunda-nunda Sholat namun menginginkan jodoh dengan segera?? Apa tidak malu??

Sabarlah kawan..
Sejatinya pasangan hidup , adalah sebagai teman berjuang..
Berjuang bersama membangun cinta kepada Allah..

Jangan IRI.. Jangan pernah IRI melihat kebahagiaan yang mereka dapat dengan mengkhianati Allah.. Kebahagiaan yang didapat dengan jalan melanggar syariat hanyalah tipuan Syaitan yang hendak menyesatkan..
Kebahagiaan yang sejati dalam sebuah rumah tangga adalah ketika sebuah rumah tangga di hiasi dengan cinta Allah.. Di tata dengan agama Allah..
Bukan sebuah rumah tangga dengan harta melimpah dan tawa yang sumringah..

Bersabarlah.. Bersabarlah...
Allah bersama orang-orang yang sabar...
Sabar bukan berarti tinggal diam tanpa usaha..
Sabar adalah tabah ketika apa yang di dinginkan belum kita dapat..
Sabar adalah tabah ketika cobaan datang menghadirkan kesedihan..
Sabar adalah tetap teguh dalam ketaqwaan, meski hadir berjuta godaan...
Sabar adalah pasrah pada kehendak-Nya, dengan tetap berikhtiar sesuai petunjuk-Nya...

Nasyid (Seismic - Penantian)
Penantian adalah satu ujian
Tetapkanlah ku selalu dalam harapan
Karena keimanan tak hanya diucapkan
Adalah ketabahan menghadapi cobaan

Sabarkanlah ku menanti pasangan hati
Tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini
Di dalam asa diri menjemput berkahMu
Tibalah ijinMu atas harapan ini

Robbi teguhkanlah ku dipenantian ini
Berikanlah cahaya terangmu selalu
Robbi doa dan upaya hamba-Mu ini
Hanyalah bersandar semata kepada-Mu

Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Ta'aruf dan Prosesnya

Disini akan dijelaskan tentang :
- Ta'aruf dan 
- Prosesnya


1. Apakah defenisi dari Ta'aruf ?

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahim, kalau pada masa ini kita kata berkenalan bertatap muka, atau bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bole juga dikatakan bahawa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf boleh juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jinjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

Sebagai saranan yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeza dengan bercinta. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbezaan hakiki antara bercinta dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan bercinta lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yakni untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

2. Apakah Perbezaan bercouple dan Ta'aruf ?


Dalam bercinta, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli motor second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mencuba motor itu tanpa pernah tahu kondisi enjinnya.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang mekanik motor yang pakar memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata baik, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak lelaki atau wanita berhak untuk bertanya yang detail, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Kerana bila tidak jujur, boleh menyebabkan krisis kemudian hari.

3. Ada Suatu Pertanyaan Seperti ini ?

a. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?

أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ..

“Katakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka .”

Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ 

“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan pada wanita yg tiba-tiba ? maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.” 

Adapun suara dan ucapan wanita pada asal bukanlah aurat yg terlarang. Namun tdk boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lbh dari tuntutan hajat dan tdk boleh melembutkan suara. Demikian juga dgn isi pembicaraan tdk boleh berupa perkara-perkara yg membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Kerana bila demikian maka suara dan ucapan menjadi aurat dan fitnah yg terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا 

“Maka janganlah kalian berbicara dgn suara yg lembut sehingga lelaki yg memiliki penyakit dlm kalbu menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yg ma’ruf .”

Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabat lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingan dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tdk berbicara lbh dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara. 

4. Proses Ta'aruf 


Lalu bagaimana proses taaruf yang syar’i sehingga menuju pernikahan yang barakah? Yang pertama iaitu tidak boleh menunggu, misalnya jarak antara taaruf dengan pernikahan selama satu tahun. Si akhwat diminta menunggu selama satu tahun karena ikhwannya harus bekerja terlebih dahulu atau harus menyelesaikan kuliah dulu. Hal ini jelas menzalimi akhwat kerana harus menunggu, dan juga apa ada jaminan bahawa saat proses menunggu itu tidak ada syaitan yang mengganggu?? Yang kedua adalah tidak boleh malu-malu, jadi kalau memang sudah bsedia untuk menikah sebaiknya segera untuk mengajukan diri untuk bertaaruf. Apabila malu maka akan lmbat prosesnya.

Etika selama bertaaruf yaitu jangan terburu-buru menjatuhkan cinta. Misalnya ketika kita mendapatkan satu biodata calon pasangan tanpa mengenal lebih dalam, tiba-tiba sudah yakin dengan pilihan itu. Alangkah baiknya jika mengenal lebih dalam mulai dari kepribadian,fizikal,dan juga latar belakang keluarganya, sehingga nanti tidak seperti membeli kucing dalam sangkar.

5. Kesimpulan 

Dengan demikian jelaslah bahawa bercinta bukanlah alternatif yang ditoleransikan dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahawa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon isteri selama belum rasmi menjadi isteri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telefon, ataupun melalui surat. Kerana saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna bercinta yang akan mengheret ke dalam fitnah.
 
Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang diperlukan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Boleh juga dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti isteri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang diminta memberi keterangan berkewajiban untuk menjawab sebaik mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut kerana ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.

Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasihat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda: 

“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari bahunya Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim) 

Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon isteri yang dilamar sesuai dengan tuntutan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: 

“Bolehnya berbicara dengan calon isteri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, kerana setiap orang wajib menghindari dan menjauhi dari fitnah.” 

Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik iaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhar, iaitu melihat wanita yang hendak dilamar.

Wallahu a’lam. 

Cara berjilbab menurut syar'i


Biasanya remaja maupun wanita dewasa paling takut kalau disuruh memakai jilbab. Katanya tidak modern dan jadi tidak menarik penampilannya. Tapi, jangan takut dan ragu untuk memakai jilbab ya, selain untuk melaksanakan kewajiban, kini jilbab pun dapat dipakai dengan berbagai macam gaya yang trendi dan modis. Berbagai cara memakai jilbab kreasi yang dapat kita ketahui untuk menambah cantik penampilan. Apalagi sekarang banyak produsen jilbab yang menjual berbagai macam bentuk dan model jilbab yang bagus-bagus.
Memakai jilbab
Salah satu tuntunan dalam agama Islam bagi wanita muslim adalah memakai jilbab. Memakai jilbab merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi wanita muslim yang telah akil baligh. Menutup aurat seperti rambut hukumnya adalah wajib sesuai dengan perintah Allah SWT dalam QS. An Nuur ayat 31.
Jilbab dalam pandangan Islam adalah menutup aurat seperti rambut sampai menutup dadanya. Tapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh badan. Pada umumnya, masyarakat kita memahami jilbab sebagai penutup rambut dan dipakai bersama baju panjang yang menutup aurat.
Memilih Jilbab
Sebelum mengetahui cara memakai jilbab kreasi, yuk kita lihat beberapa tips dalam memilih jilbab. Tips ini antara lain:
1. Lihat model/bentuk jilbab
Banyaknya model atau bentuk jilbab yang ada terkadang membuat kita sendiri bingung dalam memilihnya. Tapi jangan lupa memilih model yang sesuai dengan kebutuhan kita dan bentuk wajah kita. Sekaligus menyesuaikan dengan cara memakai jilbab kreasi yang kita inginkan. Kalau memilih jilbab yang langsung pakai, biasanya lebih simpel dan ringkas, tapi perhatikan ukuran lubang untuk muka/wajah. Biasanya, ukuran semua jilbab standar tapi ada juga yang dibuat lebih kecil bahkan ada yang lebih besar.
2. Sesuaikan dengan tujuan pemakaian
Membeli dan memilih jilbab harus sesuai dengan tujuan pemakaian. Kalau hanya untuk di rumah, mungkin Anda akan lebih memilih jilbab berbahan kaos yang modelnya lebih sederhana. Selain itu cara memakai jilbab kreasi juga tidak terlalu ribet. Tapi untuk ke acara yang lebih resmi seperti ke kantor maupun acara pesta dan lainnya, cara memakai jilbab kreasinya lebih banyak dan dapat ditambah dengan aksesoris yang cantik.
3. Bahan kain yang dipakai
Nah, bahan kain yang enak digunakan untuk jilbab adalah yang berbahan dasar katun karena menyerap keringat serta tidak panas. Bahan kaos juga menjadi pilihan, atau bahan lain tapi lebih ringan dan dingin. Cara memakai jilbab kreasi ini adalah dengan memadukan bahan kain yang lebih tipis dengan bahan kain yang lebih tebal.
Cara memakai jilbab kreasi
Sebenarnya memakai jilbab itu tidak sulit, apalagi sekarang ini banyak pilihan jilbab yang bisa kita kenakan. Aneka jilbab dapat dipakai ke sekolah, ke tempat kerja, acara pesta, dan lainnya. Jangan kahwatir, kini banyak cara memakai jilbab kreasi yang bisa menambah cantik penampilan kita.
Berikut ini cara memakai jilbab kreasi yang praktis dan sesuai dengan syar’i (menutup aurat):
1. Siapkan ciput dan jilbab segiempat dua buah. Warnanya bisa sama, bisa juga berbeda tergantung dari keinginan kita. Hanya saja usahakan serasi dengan warna baju yang akan dipakai.
2. Siapkan peniti kecil dan beberapa jarum pentul.
3. Sebagai alas jilbab, pasang ciput terlebih dahulu. Ada banyak macam ciput, bisa yang model polos, dari bahan kaos maupun bahan satin. Fungsi ciput ini untuk menahan agar rambut tidak terlihat/keluar dan untuk menahan jilbab agar lebih kuat terpasang.
4. Cara memakai jilbab kreasi berikutnya yaitu dengan memakai jilbab segiempat pertama seperti biasa, lipat dahulu jilbab segiempat tadi menjadi segitiga, lalu pasang salah satu ujung jilbab ke arah leher (dililit), rapikan dengan peniti.
5. Pasang jilbab segiempat yang kedua, dengan cara yang sama, diatas jilbab yang pertama. Ekor jilbab yang pertama diangkat ke atas jilbab kedua dan diberi jarum pentul.
6. Sisa dari ujung jilbab kedua inilah yang akan dibuat berbentuk bunga. Caranya pilin dan bentuk ujung jilbab menjadi bunga dan sematkan jarum pentul setiap selesai dibentuk. Lakukan sampai ujung jilbab habis.
Nah, tidak terlalu sulit kan cara memakai jilbab kreasi ini? Anda bisa mencobanya sendiri di rumah. Tapi, kalau mau yang lebih praktis sebenarnya banyak model jilbab berbentuk dua warna dan ada hiasan bunga seperti ini yang banyak dijual dalam bentuk jadi/siap pakai.

Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan

Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan. Orang yang pacaran akan selalu mengelabui pasangannya.
Ketika masa-masa pacaran, si kekasih akan selalu berdandan cantik di hadapan pacarnya, berkata lemah lembut, bersenyum manis dan belang jeleknya ditutup-tutupi. Yang pacaran akan merasa tidak pede jika nampak sesuatu yang jelek dari dirinya. Kalau dikatakan pacaran sebagai jalan untuk mengenal pasangan sebelum nikah, kenyataanya penjajakan tersebut jauh berbeda dengan saat telah menikah. Saat telah menikah, satu sama lain tidak mesti berpenampilan cantik atau ganteng saat di rumah. Tidak mesti pula terus-terusan bertemu dalam keadaan harum atau wangi. Bahkan dalam pernikahan ada pasangan yang berkata kasar yang hal ini tidak dijumpai saat pacaran dahulu.
Padahal Islam sudah memberi jalan bahwa mengenali pasangan bisa dari empat hal: (1) kecantikan, (2) martabat (keturunan), (3) kekayaan atau (4) baik atau tidak agamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.  (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446). Mengenal calon pasangan sudah cukup lewat empat hal tersebut. Keempat hal tadi bisa diketahui dari keluarga dekat atau dari teman dekat si pasangan. Jadi, tidak mesti lewat lisan si pasangan secara langsung.
Jika sudah ada cara yang Islam gariskan, masihkah mencari cara lain untuk mengenal pasangan? Lantas apa mesti mengenal calon pasangan lewat pacaran?
Ketahuilah bahwa nikah adalah tanda ingin serius, sedangkan pacaran hanya ingin terus dipermainkan. Jangan heran jika ada yang sudah pacaran bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak sampai setahun jadi bubar.
Coba lihat saja para sahabat Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pernah menempuh jalan pacaran ketika mencari pasangan. Sekali ta’aruf, merasa cocok, sudah langsung menuju pelaminan. Tidak seperti para pemuda saat ini yang menjalani pacaran hingga 10 tahun untuk bisa saling mengenal lebih dalam. Padahal para sahabat adalah sebaik-baik generasi sepeninggal Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mesti dicontoh. Lihat saja apa yang terjadi ketika Fathimah dinikahi ‘Ali bin Abi Tholib atau Ruqoyyah yang dinikahi sahabat mulia ‘Utsman bin ‘Affan, mereka tidak melewati proses penjajakan pacaran. Imam Ahmad berkata dalam Ushulus Sunnah, “Hendaklah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat -radhiyallahu ‘anhum- serta mengikuti ajaran mereka.”
Lihat pula si mbah kita dahulu. Mereka juga tidak mengenali calon pasangan mereka dengan pacaran. Akan tetapi, keluarga mereka tetap langgeng dan punya banyak keturunan.
So ... Apa gunanya pacaran? Jika Anda ingin dikelabui terus-terusan, maka monggo itu pilihan Anda dan akhirnya Anda yang tanggung sendiri akibatnya.
Semoga Allah beri taufik dan hidayah.
---

Mencitai Dan DIcintai Karena Allah SWT



Mencitai Dan DIcintai Karena Allah SWT

Berbicara tentang cinta adalah berbicara tentang rasa suka, rasa tenang dan tenteram, rasa rindu dan pengharapan.

Namun tidak jarang dalam hubungan dengan sesama, kita merasakan kekecewaan, kekesalan, bahkan kemarahan yang akan berakhir pada perselisihan dan perpecahan.

Padahal, sejatinya cinta bersifat menguatkan, bukan menghancurkan, ia menyuburkan, bukan membunuh, ia menyembuhkan, bukan menyakiti, sehingga cinta haruslah membuat sang pencinta menjadi orang yang lebih bahagia, bersemangat dan produktif.

Ketika hubungan dua manusia tidak lagi memberikan kebahagiaan, dan tidak memberikan manfaat tidak hanya bagi keduanya, melainkan juga kepada lingkungan sekitarnya, maka perlu ditinjau kembali perasaan cinta yang melandasi keduanya.

Cinta semacam itu adalah cinta yang sudah dikotori oleh hawa nafsu. Lalu bagaimanakah hakikat dari cinta sejati?

Cinta sejati adalah cinta yang dilandasi atas kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya. Sesungguhnya cinta sejati adalah fitrah yang diberikan Allah kepada orang-orang mukmin.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96).



Cinta sejati adalah cinta yang dibingkai oleh iman kepada Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk lezatnya iman.

Rasulullah SAW bersabda : Dari Anas bin Malik ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah, sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (HR. Bukhari)

Dengan demikian, seorang mukmin tidak akan mencintai apapun dan siapapun apabila cinta itu membuatnya jauh dari kebenaran, membuatnya meninggalkan perintah Allah dan sunnah Rasul, atau bahkan membuatnya melakukan hal-hal yang dibenci Allah. Sebaliknya, cinta tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, bukan berdasarkan balasan yang kita terima dari orang yang kita cintai.

Cinta sejati akan bertambah ketika iman orang yang kita cintai ikut bertambah.

Cinta sejati adalah cinta yang menyandarkan harapan terbesarnya hanya kepada Allah.

Cinta seperti ini membebaskan manusia dari perasaan kecewa karena sungguh, tidak akan kembali pengharapan seorang makhluk kepada makhluk yang lain melainkan ia akan kembali berupa kekecewaan.

Apalah yang bisa dilakukan seorang makhluk untuk memuaskan makhluk yang lain, sedangkan untuk memuaskan dirinya sendiri saja dia tidak bisa?

Hanya kepada Allah lah berpulang semua pengharapan.

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan bahwa rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri.

Seiring berjalannya waktu dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan, efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.

Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari empat tahun.

Karenanya, tanpa ikatan yang berdasar karena ketuhanan, rasa cinta itu bersifat sangat sementara.

Mencinta dan dicinta karena Allah SWT-lah yang bisa melanggengkan pasangan suami istri, yang bisa melangengkan cinta orang tua pada anaknya dan sebaliknya, yang tentu juga akan menguatkan cinta saudara seiman dan juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang telah dijanjikan Allah naungan pada hari kiamat, ketika tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya. Aamiin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)

Bila Aku Jatuh Cinta



Bila Aku Jatuh Cinta 

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Ya Allah, Kukuhkanlah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

5 Pelanggaran dalam Pacaran



5 Pelanggaran dalam Pacaran 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Di remajaislam.com, pernah kami bahas masalah hukum pacaran. Untuk menguatkan artikel sebelumnya, berikut kami rinci beberapa pelanggaran pacaran dan materi ini baru saja kami sampaikan di pesantren kami "Pesantren Darush Sholihin" yang mayoritas santrinya adalah para remaja.

Pelanggaran-pelanggaran dalam pacaran adalah:

1. Melakukan berbagai hal pendahuluan zina.

Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berdua-duaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina. Allah Ta'ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Kata Asy Syaukani dalam Fathul Qodir, "Jika mendekati zina dengan melakukan berbagai hal sebagai pendahuluan zina itu terlarang, maka zina sendiri jelas terlarang. Karena sesuatu itu haram, maka segala perantara menuju sesuatu tersebut jelas haram. Inilah yang dimaksud dalam konteks kalimat." Syaikh 'Abdurrahman As Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan, "Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai pendahuluan dan perantara menuju zina."

2. Berduaan dengan lawan jenis.

Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri. Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau boleh jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook. Banyak kejadian yang berawal dari berdua-duaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berdua-duaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)

3. Tidak menundukkan pandangan.

Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina. Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Mengenai larangan memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdillah,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).

4. Tidak menjaga aurat.

Ini pun jelas ada dalam pacaran. Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta'ala,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzab: 59). Melihat aurat wanita barulah dibolehkan jika memang halal sebagai istri, bukan saat pacaran. Kerabatnya saja yang masih mahrom dibolehkan melihat sebatas anggota tubuh yang nampak ketika berwudhu. Lantas kenapa orang yang jauh sampai dibolehkan melihat kehormatan wanita tersebut padahal akad nikah pun belum ada?

5. Bersentuhan dengan lawan jenis.

Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal.

Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)

Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)

So ... stop pacaran! Tempuh jalan yang halal. Cukup ta'aruf (perkenalan dalam waktu singkat) ketika ingin serius nikah, lantas datang ke rumah ortu untuk lamaran, dan langsungkanlah segera pernikahan, jangan tunda-tunda. Lebih cepat, lebih baik!

Semoga Allah beri taufik pada para remaja sekalian untuk mengenal ajaran Nabinya dan semoga mereka pun semakin bertakwa dan takut akan siksa-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.

Hukum Berdo'a dengan Bahasa Non Arab

Hukum Berdo'a dengan Bahasa Non Arab

Seringkali ada yang mengajukan pertanyaan, “Bolehkah berdo’a dengan bahasa non Arab?” Karena itulah do'a yang bisa ia pahami. Berikut penjelasan singkatnya.

Syaikh Sholih Al Munajid hafizhohullah dalam situs beliau Al Islam Sual wa Jawab memberikan penjelasan,

“Jika orang yang shalat mampu berdoa dengan bahasa Arab, maka ia tidak boleh berdo’a dengan bahasa selainnya. Namun jika orang yang shalat tersebut tidak mampu berdo’a dengan bahasa Arab, maka tidak mengapa ia berdo’a dengan bahasa yang ia pahami sambil ia terus mempelajari bahasa Arab (agar semakin baik ibadahnya, -pen).

Adapun do’a di luar shalat, maka tidak mengapa menggunakan bahasa non Arab. Seperti ini sama sekali tidak ada masalah lebih-lebih lagi jika hatinya semakin hadir (semakin memahami) do’a yang ia panjatkan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan,

وَالدُّعَاءُ يَجُوزُ بِالْعَرَبِيَّةِ وَبِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ يَعْلَمُ قَصْدَ الدَّاعِي وَمُرَادَهُ وَإِنْ لَمْ يُقَوِّمْ لِسَانَهُ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ ضَجِيجَ الْأَصْوَاتِ بِاخْتِلَافِ اللُّغَاتِ عَلَى تَنَوُّعِ الْحَاجَاتِ .

“Berdo’a boleh dengan bahasa Arab dan bahasa non Arab. Allah subhanahu wa ta’ala tentu saja mengetahui setiap maksud hamba walaupun lisannya pun tidak bisa menyuarakan. Allah Maha Mengetahui setiap do’a dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Maha Mengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan”[1].”[2]

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Wanita cantik dimata Allah ??



Wanita cantik dimata Allah ??
siapakah dia ??
>Check it out<

- Wanita yang senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah.

- Istri yang senantiasa berpegang pada Sunnah dan meneladani Rasul-Nya.

- Akhwat yang senantiasa menutupi auratnya serta tak berlebihan jika berhias.

- Cewek yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya.


- Perempuan yang senantiasa patuh dan taat kepada suaminya (jika sudah bersuami).


- Wanita yang senantiasa menjaga kehalusan dan kesopanan dalam bertutur kata.


- Istri yang senantiasa menjaga keindahan dan kemuliaan tingkah laku dan budi pekertinya.


- Akhwat yang senantiasa bersikap ramah dan saling menyayangi antar sesama.


- Cewek yang senantiasa berusaha bersikap hormat kepada yang lebih tua dan bersikap menghargai kepada yang lebih muda.


- Perempuan yang senantiasa bisa menjauhkan diri dari sekumpulan orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain serta tidak suka memfitnah.


- Dan wanita yang pandai menempatkan diri baik dalam bertutur kata serta sikap ketika bersama siapapun ia bergaul dan dimanapun ia berada.


Semoga kita semua mampu untuk meraihnya

HATIKU MILIK-MU!!



HATIKU MILIK-MU!!

Aku manusia biasa. Cara hidupku juga biasa. Hartaku tidaklah segunung Kinabalu. Iman dan takwaku tidak sehebat seorang muslimah sejati. Kerana aku insane biasa. Datang dan lahir dari keluarga yang biasa. Namun, jauh di sudut hati ini, aku inginkan luar biasa. Aku sentiasa menanam utuh dalam kalbuku ini agar suatu saat nanti, hatiku akan lembut untuk terus istiqamah di jalan-Nya.

Ini kisahku. Kisah seorang aku bertemu Dia. Dulunya, aku seorang yang biasa. Tidak memakai tudung labuh, tidak memakai stoking dan selalu mesej dengan lelaki bukan mahram kerana mereka kawan-kawan aku. Aku suka bermesej kosong dengan mereka. Entahlah. Rasa serono kot bila selalu mesej dengan lelaki.

Semasa aku tingkatan 3, aku pernah bercouple dengan seseorang ni. Masa tu, geng-geng aku semua dah ada pakwe. Dan, aku barulah nak belajar bercouple. Aku dengan pakwe aku ni, selalulah juga mesej. Tapi, call tu, jarang-jarang. Biasalah, jiwa remaja, sibuk nak bercinta. Tapi, masa tu, aku tetap jaga batas. Tak pernah dating dan keluar berdua dengan dia. Cuma mesej dan kadang-kadang call saja.

Sebelum PMR, hati aku ni bertemu dengan hidayah-Nya. Aku terjumpa satu risalah dakwah tentang cinta. Aku baca dengan hati yang sarat inginkan jawapan kepada persoalan-persoalan aku selama ini. Apakah bercouple itu satu kesalahan? Salahkah aku dan dia bercinta? Aku jumpa setiap jawapan kepada persoalan-persoalan aku ni dalam risalah tersebut. Bukan itu saja, malah, aku turut mencari ilmu di alam maya ini. Aku baca blog-blog para daie yang aku kenal cukup hebat ilmu agamanya dan cukup mantap hujahnya. Aku mula sedar. Aku banyak melakukan dosa!

Aku mencari kekuatan untuk meninggalkan pakwe aku. Dan, aku berjaya! Aku minta untuk putus dengannya! Melalui surat. Aku rasa sangat bahagia setelah aku clash dengan dia! Dan, aku berazam dengan diriku sendiri untuk tidak bercouple lagi dengan mana-mana lelaki. Aku hanya inginkan cinta yang suci dan halal untuk suamiku nanti!

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (al-Isra: 32)

Semasa di tingkatan 4, hidayah-Nya semakin mendapat tempat di hatiku. Aku sebenarnya amat tertarik dengan penampilan para muslimah yang bertudung labuh. Ya! Memang aku teringin sangat nak istiqamah pakai tudung labuh! Bukan hanya pakai di sekolah sahaja!

Seorang ustaz baru di sekolah aku sedikit sebanyak melembutkan hatiku untuk berubah ke arah kebaikan. Beliau cuba menghidupkan suasana Islamik di sekolah aku tu. Aku suka! Ceramah dan tazkirah kerapkali berjalan di sekolah itu. Risalah-risalah dakwah juga sering dipamerkan dan dijadikan bahan rujukan untuk para pelajar. Aku juga mula rajin membaca buku-buku agama.

Aku bergaul dengan geng-geng yang aku baru kenali. Aku bercampur dengan sahabat-sahabat yang sama-sama berusaha denganku mencari cahaya-Nya. Sedikit demi sedikit, aku mula berubah. Aku membeli tudung 60 inci. Aku juga sudah selesa memakai stokin. Tidak ramai ahli saudara-maraku yang bertudung labuh. Hanya ada beberapa sahaja. Iaitu ahli keluarga sebelah bapa. Ahli keluarga sebelah ibu pula, langsung tiada. Hanya ibu sahaja. Kakakku juga tidak bertudung labuh. Hanya tudung biasa. Aku sematkan di dalam hati. Aku akan berusaha untuk istiqamah bertudung labih bulat pula selepas ini. Aku rasa selesa! Serius!

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Surah Al-A’raf : 26)

Umurku genap 18 tahun. Semakin aku mendalami ilmu agama, mencari realiti hidup ini, aku sebenarnya sudah jatuh hati pada seseorang. Mungkin, suka. Belum lagi cinta. Aku abaikan sahaja perasaan itu. Lelaki itu bagiku memang amat istimewa. Sebab aku dan dia berkawan. Dia selalu bertanya soalan yang berkaitan dengan agama padaku. Kadang-kadang, aku juga begitu. Aku sering dan sentiasa cuba untuk tidak terlalu rapat dengannya. Sebenarnya, dia sudah ada insan istimewa di hatinya. Aku cuba untuk menyedarkannya. Aku suka dengar dia bertazkirah di surau dan mengimamkan solat di sekolah dulu. Ya! Aku suka! Sampai kadang-kadang, aku termimpikan dia. Aku malas nak layan perasaan tu. Lagipun. Aku masih belum bersedia! Masih jahil agama!

Aku biarkan saja. Kini, sudah 19 tahun umurku. Perasaan itu seakan masih ada. Hari tu, aku dan kawan-kawanku reunion. Ternyata, lelaki itu masih dengan buah hatinya. Dia benar-benar serius mungkin. Ingin bernikah. Ya Allah! Aku tahu, rasa ini perit. Namun, tak sanggup aku nak luahkan. Aku tak nak mengecewakan sahabatku sendiri. Aku tak nak dilabel perampas. So, aku abaikan dan terus abaikan. Aku terus berusaha mensolehahkan diriku. Aku percaya, Dia sudah menciptakan seseorang khas untukku. Aku sangat yakin, bahawa ada si dia yang tercipta untukku. Ya! Bukan mudah nak hapuskan rasa suka dan sayang yang pernah bertakhta dalam diam. Namun, lama kelamaan, makin aku biarkan, abaikan, ianya semakin berlalu. Apa ubatnya?? Aku cuba rajin dan sibukkan diri dengan kerja-kerja ibadah. Aku percaya dengan janji-Nya. ^^

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….” (Surah An-Nur : 26)

Sejak umur 17 tahun lagi, aku sudah tidak bermesej dengan lelaki walaupun sekadar kawan. Kecuali, atas dasar keperluan seperti pelajaran dan perkara penting sahaja. Kerana, aku tidak mahu ada sebarang rasa yang akan tersekat di jiwaku ini.

Hingga kini, memang ada beberapa insan yang cuba mengetuk pintu hati ni. Tapi, aku tak nak! Aku tak layan! Benar, jika kita kerap merapatkan diri dengan lelaki, mudah untuk syaitan mengambil alih hati kita dan menodainya. Aku tidak mahu lalai lagi. Aku tidak mahu terleka dan terlena lagi dalam hasutan syaitan. Aku takkan sesekali mulakan sesuatu yang susah untuk aku hentikan. Alhamdulillah, aku kini sudah istiqamah bertudung labuh bulat. Memang kadang-kadang, aku dipandang pelik sebab bertudung labuh! Namun, aku abaikan mereka. Aku utamakan pandangan Yang Maha Esa.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Surah Muhammad : 7)

Dan, kini, aku tetap meneruskan perjuanganku untuk mensolehahkan diri dan menuntut ilmu demi Allah! Aku sudah mempunyai group usrah tersendiri. Bersama para sahabatku. Aku cintakan mereka kerana Allah. ^^

Moga suatu saat nanti, bila aku sudah bersiap sedia, Dia akan menemukan aku dengan insan soleh yang juga mencintai-Nya untuk mencintai dan menikahiku. Aku abaikan segala anasir-anasir rasa yang cuba menggugat dan melemahkan hati dan jiwaku. Aku hanya inginkan satu cinta! Cinta yang halal! :)

Perasaan ini sungguh indah! Subhanallah! Perasaan tatkala aku sudah berjaya bertemu Dia. Tuhanku. Pemilik nyawaku. Jangan Kau ambil dan tarik semula hidayah-Mu ini. Aku sangat takut dan resah untuk berjauhan dari sisi-Mu. Aku tidak mahu terhumba ke gaung Neraka-Mu gara-gara kemurkaan-Mu.

“Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Surah Maryam : 58)

Sungguh, hatiku milik-Mu, Ya Rabbi! ^^

 
KITA ORANG MUSLIM powered by blogger.com
Design by Simple Diamond Blogger Templates